Tugas essai
Pencarian jati diri yang tiba-tiba
Hai, namaku R aku berasal dari desa kecil yang
terletak dekat dengan laut selatan, aku dari keluarga yang bisa dibilang cukup
mampu. Karena hingga kini aku hampir tidak merasakan yang namanya penderitaan
karena kekurangan dana, atau mungkin karena aku orang yang memiliki kecukupan
dibawah rata-rata orang. Apa yang dimaksud kecukupan dibawah rata-rata?, jadi
kecukupan dibawah rata-rata adalah kecukupan dimana aku tidak perlu hal yang
sangat umum dimata masyarakat. Contohnya makan, saat aku sekolah aku sangat
jarang membeli makanan yang mahal atau enak karean hal ini hanya membuang-buang
uang,”Kenapa?”. Pasti kau bertanya, karena aku tahu alternatif yang lebih murah
dan lebih enak dan lebih bergizi dari
makanan yang dilabel “mewah”. Karena hal ini aku sering memiliki uang sisa dari
jajanku sebanyak 50%. Namun aku salah, tidak kuketahui bahwa aku bukanlah
memilih makanan yang murah dan enak melainkan ini Cuma ego ku yang besar yang
sering meremehkan orang lain dan tidak membutuhkan orang lain, dalam arti lain aku
orang yang sombong. Tapi aku disini tidak akan menceritakan tentang makanan
yang ada disekolahku ataupun kehidupan sekolahku yang sombong melainkan aku
akan focus pada suatu peristiwa yang bisa mengubah prespektifku terhadap dunia
dan orang-orang disekitarku.
Semua bermulai ketika senin pagi di akhir bulan
September. Aku dulu seorang sering memakai motorku melebihi batas kecepatan,
ini disebabkan karena aku merasa paling cepat didaerahku padahal motornya
butut, kemudian dihari itu juga ada yang namanya ujian praktik , karena aku
tidur tengah malam, jadi aku bangun terlalu siang hingga hamper 15 menit lagi
gerbang sekolah akan ditutup. Jadi kau kemudian cepat-cepat bersiap untuk pergi
sekolah, menghiraukan sarapanku dan langsung pergi kesekolah. Kemudian disaat
dijalan aku tidak memerhatikan semua hal yang kulewati sepeda, truk, mobil
mereka kusalip dengan cepat karena aku merasa didalam diriku aku cepat, aku
paling cepat ditempat ini. Namun apesnya aku jatuh dan hamper saja masuk kedalam
jurang yang dalam. Kemudian semuanya berubah menjadi hitam.
Pada saat inilah aku mulai merasakan bagaimana
rasanya sakit, rasa bersalah karena mengecawakan orang tua, tak bisa menggapai
tujuan. Disaat itu juga, aku berubah aku tidak mau ugal-ugalan lagi, aku tidak
mau malas-malasan lagi, dan aku tidak mau mengecawakan orang tuaku lagi. Singkat
cerita aku dibawa ke puskesmas terdekat untuk perawatan. Meskipun lukaku tidak
serius tetapi perasaan yang kurasa tidak akan pernah hilang, sejak saat itu aku
mulai pergi kesekolah pada jam yang tergolong pagi sekali, aku mulai ikut andil
dalam rapat kelas, aku juga mulai ikut serta dalam organisasi. Sejak saat itu
aku mulai belajar mencari bakat dan mulai meninggalkan hal yang tidak berguna
seperti, bermain game, bolos kelas, dan lain-lain.
Jadi apa yang bisa kita petik dari cerita
tadi?, ada dua hal yang dapat dipetik yang pertama adalah bisa mengetahui diri
sendiri dan yang kedua adalah dorongan dari dalam. Kita akan membahas satu
persatu mulai dari yang pertama yaitu mengetahui diri sendiri, ketika aku
mengendarai sepeda aku merasa paling cepat itu semua karena egoku yang sangat tinggi, namun ketika aku
terjatuh dari sepeda, pada saat itulah aku menyadari akan egoku dan mulai untuk
tidak mengembangkan egoku lebih jauh. Sehingga aku bisa belajar lebih banyak
dan memiliki lebih banyak teman, inilah pentingnya tahu diri sendiri. Lalu hal
yang kedua dorongan, dorongan disini tidak hanya datang dari aku jatuh saja,
namun karena aku jatuh aku merasa mengecawakan orang tuaku, dan kemudian
timbulah perasaan untuk berubah, perasaan untuk tidak mengecewakan orang tuaku
lagi. Jadi mulai dari hari itu aku tidak pernah menggunakan sepeda motor ku
melewati batas wajar, sehingga aku pergi sekolah pada waktu yang sangat pagi,
ini secara tidak langsung membuat aku bisa sholat subuh dan bisa sholat malam. Sejak
saat itu aku merasa menjadi individu yang lebih baik.
Jadi, dorongan dari dalam adalah dorongan yang
terbaik, namun dorongan ini tidak bisa jadi acuan sebagai cara untuk mengubah
sikap kita, maka dari itu lebih baik dengan menerapkan rutinitas, menerapkan
tujuan dan bisa memaafkan diri sendiri. Hal ini dapat membuat diri kita lebih
produktif, lebih sehat, dan lebih mencintai diri sendiri. Ditambah dengan
mencari keunikan diri kita atau dengan mencari hobi, kita bisa mengetahui
passion kita lebih mudah daripada menunggu sesuatu menjadi passion kita, dengan
begitu dan ditambai dengan terbuka kepada orang lain, kita bisa memanfaatkan
diri kita lebih efektif dan efisien. Karena diluar sana masih banyak orang yang
berada dibawah kita. Maka pesanku pada pembaca ialah cintai dirimu, hiduplah sepenuh
hidupmu, dan lakukan apa yang ingin kau lakukan. Disini Penulis signing off…
Komentar
Posting Komentar